Beban biaya operasional operator bandara akibat pandemi covid-19

Beban biaya operasional operator bandara akibat pandemi covid-19 – Bagi operator penerbangan maupun operator bandara dengan stimulus PJP2U semoga menjadi berita baik, dengan harapan peningkatan pengguna jasa transportasi udara. Namun di sisi lain, para stakeholder penerbangan tetap diwajibkan mentaati SE Dirjen Nomor 13 Tahun 2020,” ujar Novie konferensi pers secara daring, Kemarin (22/10).

Novie menjelaskan secara total stimulus transportasi kepariwisataan yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp216,55 miliar.

Untuk pembebasan tarif PJP2U yang signifikan mempengaruhi harga tiket di tiga belas bandara tersebut, anggarannya senilai Rp175,74 miliar dikutip forbes.com.

Sisanya, yakni Rp40,81 miliar, digunakan untuk stimulus kalibrasi fasilitas penerbangan dan alat bantu pendaratan pesawat.

Dengan demikian, biaya yang biasanya dibebankan kepada operator bandara itu untuk dua bulan ke depan bakal dibebankan kepada pemerintah.

Tujuannya, untuk meringankan beban biaya operasional operator bandara akibat pandemi covid-19.

“Diharapkan dengan stimulus ini masyarakat akan mendapat keringanan dengan berbagai tujuan yang akhirnya akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah seperti industri pariwisata, sektor UMKM,” pungkasnya.